gentengkoran.blogspot.com Jangan sebut aku kafir! Jangan pernah mengadili keimananku, karena aku beriman atau tidak pada Tuhan, itu wilayah jurisdiksi Tuhan untuk mengadilinya.

Jangan sebut aku kafir! Jangan pernah mengadili keimananku, karena aku beriman atau tidak pada Tuhan, itu wilayah jurisdiksi Tuhan untuk mengadilinya.

 

Siapa yang tidak kenal dengan Muhammad Ainun Nadjib. Mungkin banyak yang tau beliau, bahkan hampir semua seniman mengenal beliau dengan karya-karyanya yang mumpuni dan banyak dikenal orang.

Dewasa ini banyak orang menyebut kafir. Apa itu kafir? Mungkin mereka menyebut orang kafir itu adalah orang yang beda dengan agama yang dianutnya. Beda dengan Seniman dan budayawan yang satu ini. Berikut puisi beliau tentang KAFIR yang sering kita dengar.

~~~ Cak Nun dengan tegas menguraikan..!!! ~~~
“ Wis anggaplah aku ini kafir fir...
terus opo hak mu...?
utowo hak wong liyo terhadap aku...?
Iki menyangkut martabat manusia.... !!!

Mengenai benar kafir tidak orang itu....
wilayahnya Alloh.....
Urusan sesrawung antar manusia ...
adalah ojo nuding-nuding wong,...
itu merendahkan dan menyakiti hatinya....
Sedang di dalam Islam ....
sangat dilarang menyakiti hati orang lain....
Wis anggaplah misalnya Gus Dur itu antek Yahudi....
terus kalian mau apa.....!!!
Apakah kalian yakin ....
bahwa saya muslim ...?
Dari mana kalian tau saya muslim...?
Kalau ternyata saya hanya akting...?
Kalau darah saya halal....
wis gek ndang dipateni ....
dan okeh sing kudu dipateni....!!!
Alloh saja masih memiliki ruang ....
barangsiapa mau beriman maka berimanlah....
barangsiapa mau kufur...
silakan kufur....!!!
.
Maka....
kepada orang yang kita anggap sesat ...
atau kufur....
mbok wis didongakke wae ...
supaya diberi hidayah oleh Alloh...
Jangan dituding-tuding...
Itu menghina martabat manusia...
Musuh kita adalah kesempitan ....
dan kedangkalan berpikir...
koyo JARAN....!!!
Anda semua harus ombo...
dan jembar pikirane....
Harus mengerti kiasan...
dan konteks-konteks....
Makanya...
sebelum omong banyak tentang Islam....
yuk belajar dulu jadi manusia....
Manusia yang manusia itu melu keroso loro (sakit)...
kalau ada manusia lainnya disakiti hatinya....
Bahkan kalau kita menyakiti orang lain ...
aslinya kita sendiri juga merasa sakit....
Manusia yang jembar dan murni ...
itu sesungguhnya pandai merasa (rumongso/ngroso)...
Rosululloh saja ketika diprotes sahabat ...
tentang Bilal yang tak bisa mengucap huruf Syin....
kok malah dipilih sebagai muadzin...
justru menjawab...
pokoknya ...
kalau kalian mendengar dia mengucap sin....
padahal yang harusnya syin....
itu maksudnya syin.....
Itulah kearifan Rosululloh...
Kalau kalian tidak menerima hal ini....
berarti kamu menghina orang celat....
Bisa kualat kita ...!!!
*** MH. Ainun Najib ***

Semoga bisa dimaknai dengan positif. Agamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku.
Keimanan itu dipertanggungjawabkan pribadi lepas pribadi kepada yang Khalik Pencipta Alam semesta, jadilah Pribadi yang diharapkan san Khalik.

Semoga bisa jadi renungan. :-)

.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih